Pemberdayaan Masyarakat Oleh PT Nestle Indonesia Melalui Kelompok Sapi Perah Budi Luhur

ATIEK DIFA MUFIDAH, Isbandi Rukminto Adi

Abstract

Kemiskinan sebagai salah satu masalah kesejahteraan sosial yang dari dulu hingga kini masih menjadi agenda utama pembangunan dunia. Bentuk kemiskinan yang mendasar adalah perampasan kesejahteraan. Kemiskinan sering dialami oleh negara berkembang (developing countries) dan hingga kini masih berpusat di wilayah pedesaan seperti yang dialami Indonesia. Oleh karena itu PT Nestle selaku bagian dari sektor privat yang memiliki kewajiban untuk mendukung dan membantu memecahkan permasalahan terkait kemiskinan yang dialami oleh negara. Wujud dari upaya tersebut adalah dengan mendukung dengan melakukan pemberdayaan masyarakat  melalui Kelompok Tani Ternak Sapi Perah Budi Luhur yang dianggap satu-satunya strategi untuk mengurangi kemiskinan. Mengapa sapi perah? karena semakin meningkatnya kebutuhan susu yang dibutuhkan manusia dalam rangka human investment. Budi Luhur adalah salah satu kelompok peternak sapi perah yang berhasil di wilayah Jawa Timur. Keberhasilan yang dicapai tentu tidak lain juga berkat bantuan dan peran dari PT Nestle yang berpartisipasi dalam mendukung kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mereka. Oleh karena itu menarik dilihat terkait bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Nestle melalui Kelompok Tani Ternak Sapi Perah Budi Luhur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif agar hasil yang didapat lebih dalam dan tajam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa pemberdayaan yang dilakukan PT Nestle selama ini menghasilkan dampak yang positif kususnya bagi para peternak sapi perah kususnya mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Namun, bentuk program pemberdayaan yang diberikannya selama ini masih sebatas pemberian bantuan berupa subsidi peralatan untuk mendukung kegiatan beternak. Sehingga progress program yang dibuat sangat lama.

References

Adi, I. R. (2005). Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Pengantar pada Pengertian dan Beberapa Pokok Bahasan. Depok: FISIP UI Press.

-------. (2013). Ilmu Kesejahteraan Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. pp 23, 206-215

Aditia, I. W. (2016). Hubungan Kemitraan KPS Bogor Dengan Peternak Sapi Perah Dikawasan Usaha Peternakan (KUNAK) Kabupaten Bogor.Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogorq , 34.

Databoks. (2018). [Online] available from databoks.katadata.co.id: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/01/14/penduduk-miskin-perdesaan-lebih-tinggi-dari-perkotaan [Accessed 17rd Aprl 2018]

Dwidjowijoto, R. R. (2007). Manajemen Pemberdayaan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. pp 1-2

Gayatri, S. (2010). Analisis Mekanisme Pemberdayaan Kelompok Tani Ternak Studi Kasus Tani Ternak Studi Kasus Di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Universitas Diponegoro , 30.

Halpern, D. (2005). Social Capital. Cambridge: Polity Press. pp 12

KemenTan. (2016). Outlook Susu Komuditas Pertanian Sub Sektor Peternakan. Jakarta: Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian. pp 35

Otzen, H. B. (2007). Poverty Orientated Agricultural and Rural Development. German: Nomos Verlagsgesellschaft. pp 5

Sensus Pertanian 2013 (ST2013), (2017). [Online] available from https://st2013.bps.go.id/dev2/index.php [Accessed 1rd Aprl 2018].

Hawkins, D. E. (2006). Corporate Social Responcibility Balancing Tomorrow’s Sustainability. New York: Palgrave Macmillan.

Ife, Jim. (1995).Community Development:Creating Community Alternatives,Vision, Analysis and Practice, Longman Australia. pp 15

------. (2008). Community development: Alternatif Pengembangan Masyarakat Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. pp 265, 265, 285

Kusumawati, N. R. (2017). Peras Asosiasi Peternak Sapi Indonesia (ASPIN) Boyolali Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Universitas Muhamadiyah Surakarta , 21.

Neuman, W. L. (2013). Methods Of Social Research: Qualitative And Quantitative Approaches. Jakarta: PT Indeks. pp. 19, 44

Nurtini Sudi, d. M. (2014). Profil Peternakan Sapi Perah Rakyat Indonesia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. pp 1, 12, 51

Payne, M. (1997). Modern Social Work Theory. Second edition. London: Macmillan Press Ltd. pp. 266

PT Nestle. (2018). Tentang PT Nestle. Retrieved 09 30, 2018, from nestle.co.id: https://www.nestle.co.id/ina/tentangnestle

Retno, W.N. (2013). Efektivitas Pemberdayaan Peternak Sapi Perah KUD Mojosaongo Di Desa Singosari. Universitas Gajah Mada , 10.

RPJM-Des. (2014-2019). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa 20014-2019. Jombang: Pemerintah Kabupaten Jombang.

Rubin, A., & Babbie, E. R. (2008). Research Methode for Social Work; Sixth Edition. United States of America: Thomson Brooks. pp. 417

Sasono Adi, R. F. (2005). Beternak Sapi Perah secara Intensif. Depok: Agromedia Pustaka. pp 15-18

Sumodiningrat, G. (2009). Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa Menanggulangi Kemiskinan dengan Prinsip Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. pp 5-7

Syarif, E. K. (2011). Ranching and Dairy Business. Jakarta: AgroMedia Pustaka. pp. 2

Unang Yunasaf, B. G. (2007). Potensi dan Prospek Kelompok Sebagai Wadah Pemberdayaan Peternak Sapi Perah. Universitas Padjajaran.

World Bank. 2001. Attacking poverty with a three-pronged strategy. World Bank Policy and Research Bulletin Vol 11 No.4/Vol 2 No.1 Oktober-Desember 2000/ Januari-Maret 2001

Wulandari, A. (2017). Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Melalui Kelompok Ternak Lembu Sejahterah Dalam Menghadapi Kerentanan Pakan Musim Kemarau Di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. UIN Surabaya , 7.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.