ANALISIS PERENCANAAN KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DARI ASPEK KEPESERTAAN DI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Feby Oldfisra, Sari Viciawati Machdum

Abstract

National Health Insurance (JKN) is one of the policies to support the implementation of social development programs in Indonesia. This is in accordance with the mandate of the 1945 Constitution, where the state provided social protection to achieve social justice. One of the determining factors for the success of the JKN program participation aspect. The SJSN Law of 2004 binds citizens to participate in this program without exception. JKN was first implemented in 2014 with coverage target is 95% of population until 2019. But in its development, up to 2020 the coverage of membership is 82.7%. This study aims to determine the dynamics in JKN program policy planning from the aspect of participation. This research used a qualitative method to analyse the dynamics of policy planning from stakeholders related to JKN in the Bappenas. Researchers conducted in-depth interviews with relevant officials in Bappenas and do some documentation studies. Documentation study data sourced from various planning documents from 2014 to 2019. The results showed that there were very optimistic targets related to participation, this target directly affected the quality of the JKN program, one of which was the current deficit condition. It is necessary to re-calculate the Universal Health Coverage target in Indonesia. Some obstacles that occur include differences in understanding of the program, institutional and funding problems, inconsistencies of participants and data.

 

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu kebijakan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan sosial di Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945, dimana negara hadir melalui perlindungan sosial untuk mewujudkan keadilan sosial. Salah satu faktor penentu keberhasilan program JKN adalah aspek partisipasi masyarakat. UU SJSN tahun 2004 mengikat warga negara untuk ikut serta dalam program ini tanpa terkecuali. JKN pertama kali diimplementasikan pada tahun 2014 dengan target cakupan kepesertaan sampai dengan akhir 2019 adalah 95%. Namun dalam perkembangnnya, sampai dengan tahun akhir tahun 2019 cakupan kepesertaan adalah 85,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dalam perencanaan kebijakan program JKN dari aspek kepesertaan. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk menganalisis dinamika perencanaan kebijakan dari pemangku kepentingan terkait JKN di Kementerian PPN/Bappenas. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pejabat terkait di lingkungan Bappenas dan studi dokumentasi. Jumlah informan sebanyak empat (4) orang. Selain itu, penelitian ini juga melakukan studi dokumentasi dari berbagai dokumen perencanaan sejak tahun 2014 sampai 2019. Hasil penelitian menunjukkan terdapat target yang sangat optimis terkait kepesertaan, target ini mempengaruhi secara langsung kualitas dari program JKN, salah satunya adalah kondisi defisit yang saat ini terjadi. Perlu dilakukan kaligrasi ulang terhadap target Universal Health Coverage di Indonesia. Beberapa hambatan yang terjadi antara lain perbedaan pemahaman program, masalah kelembagaan dan pendanaan, inkonsitensi peserta dan data.

Keywords

asuransi kesehatan, kebijakan, perencanaan, kepesertaan

References

Bappenas. (2014). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bappenas. (2015). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bappenas. (2016). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bappenas. (2017). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bappenas. (2018). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bappenas. (2019). Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Danson, M. (2012). The Case for Universalism “An assessment of the evidence on the effectiveness and efficiency of the universal welfare state.

DJSN. (2012). Peta Jalan JKN 2012-2019.

DJSN. (2018, Maret). Sistem Monitoring dan Evaluasi Dewan Jaminan Sosial Nasional. Diambil kembali dari http://sismonev.djsn.go.id/kepesertaan

Djuhaeni, H. (2010). Potensi Partisipasi Masyarakat Menuju Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Dalam Rangka Universal Coverage di Kota Bandung.

Fajrianti, T. (2016). Hubungan Pengetahuan, Pendapatan, Persepsi Dan Sosialisasi Dengan Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Santok Kota Pariaman Tahun 2015. Universitas Andalas.

Gale, W. G. (2015). Social Security Coverage for State and Local Government Workers:.

Healey, K. (2005). Social Works Theories in Context. New York: Palgrave Macmillan.

ILO. (2012). Naskah Rekomendasi Mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial. Jakarta: International Labor Organization .

Jamrozik, A. (2011). Social Policy in The Post-Welfare State : Australians on The Threshold of The 21st Century mendation.

Johanson, J. E. (2017). Manajemen dan perencanaan strategis pengambilan kebijakan dalam program pemerintah.

Johanson, J. E. (2017). The Government Programme as a Strategy - The Finnish Strategy.

Kesehatan, B. (2018, Oktober). BPJS Kesehatan. Diambil kembali dari BPJS Kesehatan: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/home

Kesehatan, K. (2014). Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Kimani, J. K. (2013). Determinants of Health Insurance Ownership among Women in Kenya: Evidence from the 2008–09 Kenya Demographic and Health Survey.

Kirigia, J. M. (2005). Determinants of Health Insurance Ownership among South African Women.

KONTRAS. (2018). JKN, Hak atas Kesehatan dan Kewajiban Negara. Diambil kembali dari https://www.kontras.org/home/index.php?module=buletin&id=82

Laksmono, B. S. (2018). Manajemen Keadilan, Bias Birokrasi Dalam Implementasi Program Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta: UI Publishing.

Laksmono, B. S., & Rakhmat. (2018). Manajemen Keadilan. Jakarta: UI Publishing.

Machdum, S. V. (2016). Restorasi Tingkat Mikro Dalam Sistem Sosial Budaya Indonesia.

Murray, C. J. (2010). Defining and Measuring Fairness In Financial Contribution To The Health System.

Murray, C. J. (2010). Defining And Measuring Fairness In Financial Contribution to The Health System. WHO.

Mustopadidjaja, A. (2012). Bappenas dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1945-2025. Jakarta: LP3ES.

Newman, W. L. (2014). Metodologi Penelitian Sosial; Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif.

PPN/Bappenas, K. (2015). Rencana Pemerintah Jangka Menengah 2015-2019. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Putrawan, A. (2016). Studi Kualitatif Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional Oleh Bpjs Kesehatan Di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan.

Smith, D. K. (2011). Use of location-allocation models in health service development planning in developing nations.

Undang-Undang nomor 40 tahun 2004, tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). (t.thn.).

UU nomor 24 tahun 2011, tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). (t.thn.).

Webb, C. S. (1966). Unobtrusive Measures: Nonreactive Research in The Social Sciences.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.