MENGELOLA KEARIFAN LOKAL PAPUA SEBAGAI BASIS PELAYANAN SOSIAL: UPAYA MEMAHAMI PARA-PARA ADAT DAN TRADISI BAKAR BATU SEBAGAI MODAL SOSIAL MASYARAKAT PAPUA

Zaifuddin Razti

Abstract

This study examines the problems of local wisdom-based state social service policy design. In this case, the basic values of local wisdom that are explored are the traditions of the traditional para-para adat and the tradition of the bakar batu in Papua. Locality values are the current social service system approach is needed. Therefore, the government must be able to integrate policy designs based on local wisdom values. This study uses a qualitative descriptive approach with a study of the literature on governance performance in the special autonomy region of West Papua. In this study, it was found that the root of the problem that cannot resolve conflicts between communities in Papua is a policy design system that does not prioritize the values of the local traditions of the community, so that what is done is solving the problem by judging the parties involved in the conflict, not looking for a solution of understanding to prevent the recurrence of conflict. Therefore, the social service approach system needs to use the perspective of local wisdom as social capital that is able to unite the community in solidarity and peace.

 

Penelitian ini mengkaji tentang permasalahan rancangan kebijakan pelayanan sosial negara berbasis kearifan lokal. Dalam hal ini, kearifan lokal yang digali nilai-nilai dasarnya adalah tradisi para-para adat dan tradisi bakar batu di Papua. Nilai-nilai lokalitas merupakan pendekatan sistem pelayanan sosial yang dibutuhkan saat ini. Oleh sebab itu, pemerintah harus dapat mengintegrasikan rancangan kebijakan yang berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi terhadap literatur tentang kinerja governance di daerah otonomi khusus Papua Barat. Pada kajian ini, ditemukan bahwa pangkal persoalan yang tidak dapat menyelesaikan konflik antar masyarakat di Papua adalah sistem rancangan kebijakan yang tidak mengedepankan nilai-nilai tradisi lokal masyarakat, sehingga yang dilakukan adalah pemecahan masalah dengan menghakimi pihak-pihak yang terlibat konflik, bukan mencari solusi kesepahaman untuk mencegah terjadinya konflik kembali. Dengan demikian, sistem pendekatan pelayanan sosial perlu menggunakan perspektif kearifan lokal sebagai modal sosial yang mampu menyatukan masyarakat di dalam solidaritas dan perdamaian.

 

 

Keywords

Kearifan Lokal; Modal Sosial; Pelayanan Sosial

References

Ancok, D. (2003). Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 8(15), 4–14. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol8.iss15.art1

Fanggidae, I. G., Fajri, H., & Yuanjaya, P. (2016). MENELISIK KINERJA GOVERNANCE DI DAERAH OTONOMI KHUSUS PAPUA BARAT. Jurnal Natapraja: Kajian Ilmu Administrasi Negara, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.21831/jnp.v4i1.12618

Handoko, S. T. (2020). Kearifan Lokal Sebagai Modal Sosial Dalam Mengembangkan Perdamaian Di Papua. MASA : Journal of History, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.31571/masa.v1i2.1633

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (t.t.). Retrieved from https://kominfo.go.id/content/detail/15975/terobosan-pemerintah-untuk-percepat-ekonomi-digital-indonesia/0/berita_satker.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program Kessos. Retrieved from https://www.kemsos.go.id/page/pusat-penelitian-dan-pengembangan-kesejahteraan-sosial.

Lewis, J. A., Packard, T. R., & Lewis, M. D. (2011). Management of Human Service Programs. Cengage Learning.

List Catatan Tahunan (CATAHU). (t.t.). Retrieved from https://www.komnasperempuan.go.id/publikasi-catatan-tahunan.

Pencarian—KBBI Daring. (n.d.). Diambil 10 November 2020, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Putra, M. A. R. (2018). Peningkatan Kepercayaan Publik Melalui Pemerintahan Partisipatif (Studi Pada Pelaksanaan Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 30 Tahun 2013 Tentang Manajemen Inovasi Pembangunan Berbasis Partisipasi Publik).

Patta Rapanna, S. E. (2016). Membumikan Kearifan Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi (Vol. 1). Sah Media.

Santoso, W. M. (2016). Ilmu Sosial di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Setiyawati, E., Raharjo, S. T., & Ferdryansyah, M. (2015). Pelayanan Sosial di Bidang Pendidikan pada Faith Based Organization (Studi di Rumah Yatim At-tamim Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung). Share: Social Work Journal, 5(1) Retrieved from http://journal.unpad.ac.id/share/article/view/13087.

Suaib, M.M, D. H. H. (2017). Suku Moi: Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat. An1mage.

Sutarto, D. (2016). Kearifan Budaya Lokal dalam Pengutan Tradisi Malemang di Tengah Masyarakat Modernisasi di Sungai Keruh Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Dimensi, 5(3). https://doi.org/10.33373/dms.v5i3.54

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Wahyuningsih, R. D. (2011). Membangun Kepercayaan Publik Melalui Kebijakan Sosial Inklusif. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 15, 12.

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. PT Grafindo Media Pratama.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.