STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI MENGHADAPI KONVERSI LAHAN PERTANIAN (STUDI KASUS: PROGRAM UTARI PT PERTAMINA DPPU NGURAH RAI)

Muhson Arifin, Muhammad Hartato, Yusnur Rainday Ahmad, Dhita Hardiyanti Utami, Ahsani Paramitasari

Abstract

Pulau Bali yang dikenal sebagai the last paradise in the world, merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Indonesia bahkan di mancanegara. Namun banyaknya kunjungan wisatawan juga memiliki dampak buruk, khususnya terjadinya penyempitan lahan hijau, peningkatan populasi, serta ancaman kepunahan binatang endemik. Hal yang menarik untuk dikaji yaitu adanya program UTARI yang berupaya menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut melalui program pemberdayaan petani. Oleh karena itu peneliti tertarik dalam mengkaji lebih dalam terkait strategi serta pelaksanaan program UTARI program UTARI dalam pemberdayaan masyarakat petani di tengah Kota Denpasar untuk mengatasi masalah permasalahan lahan serta permasalahan lainnya. Tulisan ini ditulis dengan berdasarkan pada penelitian deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Tulisan membahas strategi serta pelaksanaan program CSR PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai yang bernama “Eco-Edu Tourism Uma Lestari” sebagai upaya pencegahan dan penanganan dampak negatif dari keberadaan pariwisata di Bali. Program ini dilaksanakan di kawasan persawahan yang semakin sempit di Desa Peguyangan yang berada di Kota Denpasar. Terdapat 3 sub program yang dilaksanakan dalam program ini, yaitu eduwisata agrikultur, konservasi jalak bali, dan integrated farming system. Eduwisata agrikultur disusun dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan penyempitan lahan hijau di Kota Denpasar, Konservasi jalak bali disusun untuk menjaga dan melindungi jalak bali yang terancam punah, dan Integrated farming system dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi dari kelompok sasaran yang merupakan petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Ketiga sub program tersebut disusun saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Keywords

Alam, Masyarakat, Pemberdayaan, Keberlanjutan, Jalak Bali

Full Text:

PDF

References

Abdullah, M. T. (2016). Perspektif Governance Dalam Memahami Perubahan Manajemen Pemerintahan. Jurnal Analisis Kebijakan Dan Pelayanan Publik, 2(1), 65–72.

Ahmad Sururi. (2015). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 3(2), 1–25.

Alexander Abe. (2005). Perencanaan daerah partisipatif / Alexander Abe. Pondok Edukasi.

Alhaddi, H. (2014). The Influence of Triple Bottom Line on Strategic Positioning: An Exploratory Case Study on Differentiation through Image. Journal of Management and Strategy, 5(1). https://doi.org/10.5430/jms.v5n1p55

Ardhana, I. P. G., & Rukmana, N. (2017). KEBERADAAN JALAK BALI (Leucopsar rothschildi Stresemann 1912) DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT. SIMBIOSIS, 1. https://doi.org/10.24843/JSIMBIOSIS.2017.v05.i01.p01

Awang, A. (2010). Implementasi Pemberdayaan Desa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bosch, G., Zhang, S., Oonincx, D. G. A. B., & Hendriks, W. H. (2014). Protein quality of insects as potential ingredients for dog and cat foods. Journal of Nutritional Science, 3. https://doi.org/10.1017/jns.2014.23

BPS Kota Denpasar. (2020). Kota Denpasar Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik.

Ekowati. (2008). Perencanaan, Implementasi & Evaluasi Kebijakan atau Program. In Surakarta: Pustaka Cakra. Pustaka Caraka.

Hasanuddin, T., G, D. G., & Endaryanto, T. (2009). Akar Penyebab Kemiskinan Petani Hortikultura di Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung. Agrikultura, 20(3). https://doi.org/10.24198/agrikultura.v20i3.947

Hrncir, M., Jarau, S., & Barth, F. G. (2016). Stingless bees (Meliponini): senses and behavior. Journal of Comparative Physiology A: Neuroethology, Sensory, Neural, and Behavioral Physiology, 202(9–10), 597–601. https://doi.org/10.1007/s00359-016-1117-9

Iqbal, M. & S. (2007). Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bertumpu Pada Partisipasi Masyarakat. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 5 No. 2, Juni 2007 : 167-182, 5(70), 167–182.

Ismail. (2014). Implementasi Program Corporate Social Responsibility Terhadap Warga dan Lingkungan di Kelurahan Guntung (Studi Kasus Pada Departemen Humas PT Pupuk Kaltim) Ismail. Paradigma, 3. No.2, 223–235. https://doi.org/10.21043/iqtishadia.v7i2.1087

Joga, N., & Ismaun, I. (2011). RTH 30%! resolusi [kota] hijau.

Kukathas, C. (2004). Islam, Masyarakat Sipil, dan Ekonomi Pasar (A. Yahya (ed.)). Fredrick Nauman Stiftung.

Lanya. (2014). Strategi Penentuan dan Pengandalian Alih Fungsi Lahan Dalam Antisipasi Dampak Pariwisata di Bali.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2015). Pemberdayaan Masyarakat. Alfabeta.

Nuhung, I. A. (2015). Faktor-Faktor Yang Memotivasi Petani Menjual Lahan Dan Dampaknya Di Daerah Suburban. Jurnal Agro Ekonomi, 33(1), 17–33.

Pracaya. (2016). Bertanam 8 Sayuran Organik. Penebar Swadaya. Jakarta. Penebar Swadaya.

Rasmikayati, E., Saefudin, B. R., Karyani, T., Kusno, K., & Rizkiansyah, R. (2020). Analisis Faktor Dan Tingkat Kepuasan Ditinjau Dari Kualitas Produk Dan Pelayanan Pada Konsumen Sayuran Organik Di Lotte Mart Kota Bandung. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(1), 351. https://doi.org/10.25157/ma.v6i1.3219

Rasmussen, P. C. (2004). Threatened Birds of Asia: The BirdLife International Red Data Book Nigel J. Collar. In The Auk (Vol. 121, Issue 2). https://doi.org/10.2307/4090426

Rosmedi, & Riza Risyanti. (2006). Pemberdayaan Masyarakat. Alqaprit Jatinegoro.

Salman, N., Nofiyanti, E., & Nurfadhilah, T. (2019). Pengaruh dan Efektivitas Maggot Sebagai Proses Alternatif Penguraian Sampah Organik Kota di Indonesia. Jurnal Serambi Engineering, 5(1). https://doi.org/10.32672/jse.v5i1.1655

Sedana, G. (2013). Studi Diagnosis Penguasaan Lahan Sawah di Kota Denpasar. Kerjasamaantara Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar dan Pusat penelitian Universitas Dwijendra.

Shaharudin, M. R., Pani, J., Mansor, S., & Elias, S. (2010). Factors Affecting Purchase Intention of Organic Food in Malaysia’s Kedah State. Cross-Cultural Communication, 6(2), 105–116.

Sirtha, I. N. (2008). Aspek Hukum Dalam Konflik Adat di Bali. Udayana University Press.

Sufyanto. (2001). Masyarakat Tamaddun Kritik Hermeneutik Masyarakat Madani Nurcholish ‎Madjid. Pustaka Pelajar.

Sumarto, H. S. (2009). Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia, Hetifah Sumarto Sj; kata pengantar: Dr. In Jim Schiller dan Dr. Hans Antlov. Yayasan Pustaka Obor Indo.

Surpha, I. M. (2002). Seputar Desa Pakraman Dan Adat Bali. Pustaka Bali Post.

Susilowati, S. H. (2016). Fenomena Penuaan Petani dan Berkurangnya Tenaga Kerja Muda serta Implikasinya bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1), 35. https://doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.35-55

Suyastiri, N. M. (2012). Pemberdayaan Subak Melalui “Green Tourism” Mendukung Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Bali. Sepa, 8(2), 168–173.

Takandjandji, M., & Mite, M. (2016). Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai, Nusa Tenggara Timur. Buletin Plasma Nutfah, 14(1), 43. https://doi.org/10.21082/blpn.v14n1.2008.p43-48

Winoto. (2016). Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bertumpu pada Partisipasi Masyarakat. Analisis Kebijakan Pertanian, 5(2), 167–182. https://doi.org/10.21082/akp.v5n2.2007.167-182

Wulandari, A. P., Atmowidi, T., & Kahono, D. S. (2017). Peranan Lebah Trigona laeviceps (Hymenoptera: Apidae) dalam Produksi Biji Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 45(2), 196. https://doi.org/10.24831/jai.v45i2.13236

Refbacks

  • There are currently no refbacks.