ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SUKU ANAK DALAM DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA

Eka Nurwahyuliningsih

Abstract

Keterpencilan masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas adat, di mana hal ini menyebabkan masih sulitnya dalam memperoleh akses pelayanan sosial baik pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun sosial budaya. Program pemberdayaan komunitas adat terpencil merupakan salah satu bentuk kebijakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas adat melalui pendidikan, kesehatan dan pengakuan identitas sebagai warga negara. Program ini bertujuan agar terentaskannya komunitas suku anak dalam dari ketertinggalannya dengan masyarakat lainnya, serta menjadi senjata yang dapat mengatasi permasalahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program pemberdayaan komunitas adat terpencil suku anak dalam dengan menggunakan elemen kebijakan Chambers sebagai pisau analisa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Terungkap bahwa pelaksanaan program pemberdayaan komunitas adat terpencil suku anak dalam telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya. Selama proses pelaksanaan program terdapat kendala pada tahap awal yakni pada saat melakukan pendekatan dengan komunitas adat, di mana membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, program ini memberikan perlindungan kepada komunitas adat terpencil suku anak dalam dengan memberikan pemenuhan hak bagi mereka.

Keywords

Pemberdayaan, Komunitas Adat Terpencil

References

Asra, R., Naswir, M., Kalsum, U., & Lestari, A. P. (2018). Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.22437/jkam.v2i1.5424

Bapenas, Tim. 2013. Masyarakat Adat Di Indonesia : Menuju Perlindungan Sosial Yang Inklusif. Jakarta: Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Kementeriaan PPN/Bappenas.

Chambers, D., & Bonk, J.F. (2013). Social Policy and Social Programs. United States: Pearson Education, Inc.

Creswell, J. W. (2014). Research Design (Quantitative, Qualitative, and Mixed Method). United Kingdom: SAGE Publication, Inc

Hadiyanti, P. (2009). Pemberdayaan Masyarakat Adat Terpencil Melalui Model Pendidikan Luar Sekolah. Jurnal Ilmiah VISI PTK-PNF, 4(2), 197–203. https://doi.org/10.21009/jiv.0402.8

Huraerah, Abu. 2008. Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Bandung: Humaniora

Peraturan Bupati Musi Rawas Utara Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pembentukan Mess Serba Guna Bagi Komunitas Adat Terpencil Kabupaten Musi Rawas Utara. Dalam https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/122240/perbup-kab-musi-rawas-utara-no-31-tahun2019

Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan POotensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial. Dalam https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/130231/permensos-no-8-tahun-2012

Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial Terhadap Komunitas Adat Terpencil. Dalam https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/41705/perpres-no-186-tahun-2014

Sujarwani, R., Dewi Wulandari, F., Husni, A., Rianto, F., & . S. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (Kat) Oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(1), 17. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n1.p17-31.2018

Suharto, Edi. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Rafika Aditama.

Soehartono, I. (2015). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suradi, Nulhaqim, S. A., Mulyana, N., & Suharto, E. (2019). Indigenous Peoples , Poverty and the Role of Social Workers. Asian Social Work Journal, 4(1), 11–19.

Suyanto, & Mujiyadi, B. (2015). Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Melalui Pelayanan Terpadu Di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sosio Konsepsia, 4(2), 15–36. https://doi.org/10.33007/ska.v4i2.113

Tristo, R. (2018). Peningkatan kesadaran pentingnya pendidikan bagi suku anak dalam provinsi sumatera selatan melalui penyuluhan sosial. Quantum, XIV, 51–66.

Triyanto, Teguh. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Unayah, N., & Sabarisman, M. (2016). Komunitas Adat Terpencil Identification of Local Wisdom in The Empowerment Isolated Traditional CommunitY. Sosio Informa, 1–18.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.